Cara Membuat Daftar Isi di Word 2010

>Hello Sohib EditorOnline, jika kamu adalah seorang mahasiswa atau penulis, pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya daftar isi atau table of contents. Daftar isi sangat penting dalam sebuah dokumen karena memberikan gambaran tentang isi dokumen. Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang cara membuat daftar isi di Word 2010. Simak yuk!

Pengertian Daftar Isi

Sebelum kita mulai membahas cara membuat daftar isi di Word 2010, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu pengertian daftar isi. Daftar isi atau table of contents adalah sebuah halaman yang berisi daftar judul bagian-bagian dalam sebuah dokumen beserta nomor halamannya. Fungsinya adalah untuk memudahkan pembaca dalam menemukan informasi yang dibutuhkan dalam sebuah dokumen yang panjang.

Daftar isi biasanya diletakkan di awal dokumen, tepatnya setelah halaman sampul atau halaman judul. Selain di awal, daftar isi juga dapat diletakkan di akhir dokumen atau bahkan di tengah dokumen, tergantung pada kebutuhan dan jenis dokumen yang dibuat.

Perbedaan Daftar Isi Dalam Dokumen Buku dan Skripsi/Tesis

Sebelum kita membahas cara membuat daftar isi, ada baiknya kita mengetahui perbedaan antara daftar isi dalam dokumen buku dan daftar isi dalam dokumen skripsi/tesis. Perbedaannya adalah sebagai berikut:

Daftar Isi dalam Dokumen Buku Daftar Isi dalam Dokumen Skripsi/Tesis
Memuat semua bagian dalam buku Hanya memuat bab-bab utama, sub bab, dan lampiran saja
Tidak menggunakan nomor halaman Menggunakan nomor halaman
Tidak wajib menempati halaman yang baru Wajib menempati halaman yang baru

Cara Membuat Daftar Isi di Word 2010

Sudah tahu pengertian daftar isi dan perbedaannya dalam dokumen buku dan skripsi/tesis? Sekarang saatnya kita belajar cara membuat daftar isi di Word 2010. Berikut adalah langkah-langkahnya:

Langkah 1: Judul Heading

Pertama-tama, kita harus memberi judul heading pada setiap bagian dalam dokumen. Heading bisa kita beri judul dengan cara memilih teks yang akan dijadikan judul, lalu klik tombol “Heading 1” atau “Heading 2” pada tab “Home” di ribbon.

Langkah 2: Menandai Heading Dengan Style

Setelah memberikan judul pada setiap bagian dalam dokumen, kita harus menandai heading dengan style. Dalam hal ini, kita akan menggunakan style “Heading 1” untuk judul bab utama dan style “Heading 2” untuk judul sub bab.

Cara menandai heading dengan style adalah sebagai berikut:

  1. Pilih teks yang telah diberi judul pada setiap bagian
  2. Klik kanan pada heading tersebut
  3. Pilih “Styles” pada menu yang muncul
  4. Pilih style “Heading 1” atau “Heading 2”, tergantung dari jenis heading yang akan ditandai
TRENDING 🔥  Cara Mencari Foto di Google

Langkah 3: Menambahkan Tabulasi

Setelah semua judul heading ditandai dengan style, selanjutnya kita harus menambahkan tabulasi pada daftar isi. Tabulasi ini digunakan untuk membuat nomor halaman pada daftar isi.

Cara menambahkan tabulasi adalah sebagai berikut:

  1. Buka tab “Page Layout”
  2. Pilih “Tabs” pada bagian bawah kanan
  3. Pada “Tab stop position” ketik angka 5 (atau angka yang diinginkan)
  4. Pilih “Right” pada “Alignment”
  5. Klik “Set” lalu klik “OK”

Langkah 4: Membuat Daftar Isi

Selanjutnya, kita akan membuat daftar isi berdasarkan heading yang telah kita buat. Berikut adalah caranya:

  1. Pindahkan kursor ke posisi awal dokumen
  2. Buka tab “References”
  3. Pilih “Table of Contents”
  4. Pilih jenis daftar isi yang diinginkan

Langkah 5: Memperbarui Daftar Isi

Jika kita sudah menambahkan atau mengubah konten dalam dokumen, maka daftar isi yang telah dibuat harus diperbarui. Berikut adalah caranya:

  1. Pada daftar isi, klik kanan pada salah satu heading
  2. Pilih “Update Field”
  3. Pilih “Update Entire Table”
  4. Klik “OK”

FAQ

1. Apa itu daftar isi?

Daftar isi atau table of contents adalah sebuah halaman yang berisi daftar judul bagian-bagian dalam sebuah dokumen beserta nomor halamannya.

2. Apa fungsi daftar isi?

Fungsinya adalah untuk memudahkan pembaca dalam menemukan informasi yang dibutuhkan dalam sebuah dokumen yang panjang.

3. Apa perbedaan daftar isi dalam dokumen buku dan daftar isi dalam dokumen skripsi/tesis?

Perbedaannya adalah daftar isi dalam dokumen buku memuat semua bagian dalam buku tanpa nomor halaman dan tidak wajib menempati halaman yang baru. Sedangkan daftar isi dalam dokumen skripsi/tesis hanya memuat bab-bab utama, sub bab, dan lampiran saja dengan nomor halaman dan wajib menempati halaman yang baru.

4. Bagaimana cara membuat daftar isi di Word 2010?

Langkah-langkahnya adalah memberi judul heading, menandai heading dengan style, menambahkan tabulasi, membuat daftar isi, dan memperbarui daftar isi.

5. Apa yang harus dilakukan jika daftar isi sudah dibuat tetapi terdapat tambahan atau perubahan konten dalam dokumen?

Daftar isi harus diperbarui dengan cara klik kanan pada salah satu heading pada daftar isi, pilih “Update Field”, pilih “Update Entire Table”, dan klik “OK”.

Cara Membuat Daftar Isi di Word 2010