Cara Hitung Nilai SKD dan SKB

>Halo Sohib EditorOnline, dalam artikel ini kita akan membahas tentang cara menghitung nilai SKD dan SKB. Proses seleksi CPNS atau Calon Pegawai Negeri Sipil memang cukup menantang, terutama dalam menghadapi tahapan tes SKD dan SKB. Sebelum memulai proses ini, kamu harus memahami terlebih dahulu apa itu SKD dan SKB beserta cara menghitung nilai keduanya. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Pengertian SKD dan SKB

Sebelum membahas cara menghitung nilai SKD dan SKB, alangkah baiknya jika kamu mengetahui terlebih dahulu apa itu SKD dan SKB. SKD atau Seleksi Kompetensi Dasar adalah tahapan seleksi yang dilakukan oleh instansi pemerintah untuk menguji kemampuan dasar calon pegawai negeri sipil.

Sedangkan, SKB atau Seleksi Kompetensi Bidang adalah tahapan seleksi yang dilakukan oleh instansi pemerintah untuk menguji kemampuan calon pegawai negeri sipil pada bidang tertentu sesuai dengan kebutuhan instansi tersebut. Biasanya, tahapan SKB ini dilaksanakan setelah tahapan SKD selesai dilakukan.

SKD

SKD terdiri dari beberapa jenis tes seperti tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensia umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi (TKP). Setiap jenis tes memiliki bobot dan jumlah soal yang berbeda-beda. Berikut adalah cara menghitung nilai SKD:

Jenis Tes Bobot Jumlah Soal
TWK 30% 30
TIU 40% 30
TKP 30% 40

Untuk menghitung nilai SKD, kamu dapat menggunakan rumus berikut:

SKD = (Nilai TWK x 30%) + (Nilai TIU x 40%) + (Nilai TKP x 30%)

Jadi, untuk menghitung nilai SKD kamu perlu mengurangi bobot dan jumlah soal masing-masing jenis tes terlebih dahulu, kemudian hitunglah menggunakan rumus di atas.

SKB

Berbeda dengan SKD, SKB memiliki jenis tes yang disesuaikan dengan bidang pekerjaan yang dilamar oleh calon pegawai negeri sipil. Jumlah soal dan bobot dari masing-masing jenis tes juga berbeda-beda. Berikut adalah beberapa jenis tes SKB:

  • Tes Kompetensi Bidang Teknis
  • Tes Kompetensi Bidang Manajerial
  • Tes Kompetensi Bidang Praktis

Untuk menghitung nilai SKB, kamu dapat menggunakan rumus berikut:

SKB = (Nilai Tes Kompetensi Bidang Teknis x 60%) + (Nilai Tes Kompetensi Bidang Manajerial x 20%) + (Nilai Tes Kompetensi Bidang Praktis x 20%)

Ingat, kebutuhan dan bobot dari masing-masing jenis tes SKB berbeda-beda, jadi pastikan kamu mengetahui jenis tes SKB yang akan diujikan dan bobot yang dibutuhkan.

FAQ

1. Bagaimana cara menghitung nilai SKD dan SKB jika jumlah soal dari masing-masing jenis tes tidak sama?

Jika jumlah soal dari masing-masing jenis tes tidak sama, maka kamu harus menghitung nilai rata-rata terlebih dahulu sebelum menghitung nilai total. Misalnya, jika jumlah soal TIU adalah 50 dan jumlah soal TWK adalah 30, maka nilai rata-rata TIU adalah 80 (dibagi jumlah soal TIU) dan nilai rata-rata TWK adalah 60 (dibagi jumlah soal TWK).

TRENDING 🔥  Cara Mengatasi Mata Buram Karena HP

2. Apa saja jenis tes yang ada pada SKD dan SKB?

Pada SKD, terdapat tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensia umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi (TKP). Sedangkan, pada SKB terdapat tes kompetensi bidang teknis, tes kompetensi bidang manajerial, dan tes kompetensi bidang praktis.

3. Apa bedanya antara SKD dan SKB?

SKD adalah tahapan seleksi yang menguji kompetensi dasar calon pegawai negeri sipil, sedangkan SKB adalah tahapan seleksi yang menguji kemampuan calon pegawai negeri sipil pada bidang tertentu sesuai dengan kebutuhan instansi tersebut.

4. Apa saja faktor yang dapat mempengaruhi nilai SKD dan SKB?

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi nilai SKD dan SKB antara lain konsentrasi, kondisi fisik dan mental, kemampuan kognitif, dan pengetahuan mengenai materi tes. Sebaiknya, persiapkan diri secara matang dan teliti sebelum menjalani tes SKD dan SKB.

5. Apa yang harus dilakukan apabila nilai SKD atau SKB tidak mencukupi passing grade?

Jika nilai SKD atau SKB tidak mencukupi passing grade, maka kamu harus mengikuti seleksi kembali di waktu yang telah ditentukan oleh instansi pemerintah. Namun, pastikan kamu telah mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengikuti seleksi kembali.

6. Apakah nilai SKD mempengaruhi pengambilan keputusan pada tahapan SKB?

Ya, nilai SKD dapat mempengaruhi pengambilan keputusan pada tahapan SKB karena nilai SKD digunakan sebagai salah satu tolak ukur dalam menentukan calon pegawai negeri sipil yang lolos pada tahapan seleksi CPNS.

Kesimpulan

Itulah cara menghitung nilai SKD dan SKB. Penting untuk diketahui bahwa nilai SKD dan SKB sangat mempengaruhi peluang kamu untuk lolos pada tahapan seleksi CPNS. Persiapkan diri dengan matang dan teliti, serta pastikan kamu memahami dengan baik cara menghitung nilai SKD dan SKB agar dapat menghadapi tes dengan lebih percaya diri. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu, Sohib EditorOnline.

Cara Hitung Nilai SKD dan SKB