Cara Membuat Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

>Halo Sohib EditorOnline, kali ini kita akan membahas tentang cara membuat laporan laba rugi perusahaan dagang. Sebagai seorang pemilik usaha atau pengusaha, penting bagi kita untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan. Salah satu cara untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan adalah dengan membuat laporan laba rugi. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah untuk membuat laporan laba rugi perusahaan dagang secara lengkap dan jelas.

Pengertian Laporan Laba Rugi

Sebelum membahas tentang cara membuat laporan laba rugi, kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa arti dari laporan laba rugi itu sendiri. Laporan laba rugi adalah salah satu laporan keuangan yang berisi tentang laba atau rugi yang diperoleh oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu. Laporan laba rugi juga digunakan untuk menunjukkan performa keuangan perusahaan dalam jangka waktu tertentu seperti triwulan, semester atau tahunan.

Isi dari laporan laba rugi terdiri dari beberapa komponen, yaitu:

No Komponen Laporan Laba Rugi
1 Pendapatan atau laba kotor
2 Beban operasional
3 Laba atau rugi usaha
4 Beban non-operasional
5 Laba atau rugi sebelum pajak
6 Pajak penghasilan
7 Laba atau rugi bersih

FAQ:

  1. Apa saja yang termasuk beban operasional?
    Beban operasional meliputi biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam menjalankan operasionalnya, seperti gaji pegawai, biaya sewa, biaya listrik, biaya air, biaya produksi, dan sebagainya.
  2. Apa saja yang termasuk beban non-operasional?
    Beban non-operasional meliputi biaya-biaya yang tidak berhubungan dengan operasional perusahaan, seperti bunga bank, donasi, dan sebagainya.
  3. Apa itu pajak penghasilan?
    Pajak penghasilan adalah pajak yang dikenakan kepada perusahaan atau individu atas penghasilan yang diperoleh pada periode tertentu.

Langkah-langkah Membuat Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat laporan laba rugi perusahaan dagang:

1. Tentukan periode laporan laba rugi

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan periode laporan laba rugi. Periode tersebut bisa dalam 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun. Misalnya, kita ingin membuat laporan laba rugi untuk periode 1 tahun dari 1 Januari 2020 hingga 31 Desember 2020.

2. Kumpulkan data pendapatan

Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data pendapatan atau laba kotor pada periode yang sudah ditentukan. Data ini bisa didapatkan dari bukti transaksi yang sudah dicatat pada buku besar atau laporan keuangan perusahaan.

3. Kumpulkan data beban operasional

Setelah data pendapatan didapatkan, selanjutnya adalah mengumpulkan data beban operasional pada periode yang sudah ditentukan. Data ini bisa didapatkan dari bukti transaksi yang sudah dicatat pada buku besar atau laporan keuangan perusahaan.

TRENDING 🔥  Step 1: Check for 5G Coverage in Your Area

4. Hitung laba atau rugi usaha

Setelah data pendapatan dan beban operasional dikumpulkan, selanjutnya adalah menghitung laba atau rugi usaha. Caranya adalah dengan mengurangi pendapatan dengan beban operasional. Jika hasilnya positif, maka perusahaan memperoleh laba. Namun jika hasilnya negatif, maka perusahaan mengalami rugi.

5. Kumpulkan data beban non-operasional

Setelah laba atau rugi usaha dihitung, selanjutnya adalah mengumpulkan data beban non-operasional pada periode yang sudah ditentukan. Data ini bisa didapatkan dari bukti transaksi yang sudah dicatat pada buku besar atau laporan keuangan perusahaan.

6. Hitung laba atau rugi sebelum pajak

Setelah data beban non-operasional dikumpulkan, selanjutnya adalah menghitung laba atau rugi sebelum pajak. Caranya adalah dengan menambahkan laba atau mengurangi rugi usaha dengan beban non-operasional.

7. Hitung pajak penghasilan

Setelah laba atau rugi sebelum pajak dihitung, selanjutnya adalah menghitung pajak penghasilan yang harus dibayar oleh perusahaan pada periode tersebut.

8. Hitung laba atau rugi bersih

Setelah pajak penghasilan dihitung, selanjutnya adalah menghitung laba atau rugi bersih. Caranya adalah dengan mengurangi pajak penghasilan dari laba atau rugi sebelum pajak.

Kesimpulan

Membuat laporan laba rugi perusahaan dagang merupakan hal yang penting untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu. Dalam membuat laporan laba rugi, kita perlu mengumpulkan data pendapatan, beban operasional, beban non-operasional, dan pajak penghasilan. Dari data-data tersebut, kita bisa menghitung laba atau rugi usaha dan laba atau rugi bersih perusahaan. Semoga artikel ini bisa menjadi panduan dalam membuat laporan laba rugi perusahaan dagang Anda.

Cara Membuat Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang